5 Hoax yang Perkeruh Konflik Palestina dan Israel

Alo, Covriends!

Covriends tau ga sih, media sosial  adalah bagian yang hampir tidak dapat dihindari dari masyarakat kita sekarang — namun belum tentu ia dapat dijadikan sumber berita tepercaya karena media sosial adalah platform publik, siapa pun — termasuk outlet berita — dapat memposting apa pun tanpa bertanggung jawab atas pengecekan fakta, hal ini termasuk hoax dan click-bait.

Kekuatan media sosial dalam menyebarkan berita palsu dapat terlihat memperkeruh konflik Palestina dan Israel yang akhir-akhir ini memanas. Hoax yang beredar beragam, ada yang menyudutkan salah satu pihak hingga untuk menggalang simpati. Berikut sederet hoax yang muncul di tengah konflik antara Israel dengan Palestina:

  1. Video warga Palestina terluka

    Sebuah video orang-orang di Gaza menggunakan darah palsu dan riasan seperti luka, secara keliru dikaitkan oleh pengguna media sosial dengan meningkatnya kekerasan antara Israel dan Gaza, Palestina saat ini. Pengunggah mengklaim video itu menunjukkan orang-orang Palestina memalsukan luka-luka. Faktanya, rekaman itu adalah simulasi yang digunakan oleh lembaga amal Perancis, Doctors of the World, pada 2017 untuk melatih dokter mereka.

  2. Dua anak berlumur debu berpelukan sambil menangis

    Gambar dua anak laki-laki berlumuran debu menangis dan berpelukan telah salah diberi label sebagai “dua saudara dari Gaza” dan dibagikan secara online di tengah maraknya kekerasan dalam konflik ini. Foto-foto itu sebenarnya adalah dua anak muda yang selamat dari serangan bom di Suriah pada Agustus 2016. Foto dua anak itu diabadikan oleh Aleppo Media Center pada 25 Agustus 2016. Menurut CNN dan Washington Post, kedua bocah itu menangis karena kehilangan saudara laki-laki mereka dalam serangan bom di Kota Aleppo.

  3. Fotografer menangis

    Sebuah kolase yang menggabungkan gambar seorang fotografer yang menangis bersama dengan gambar polisi Israel di masjid Al-Aqsa di Yerusalem dibagikan di media sosial. Teks menunjukkan fotografer itu menangis karena kekerasan yang terjadi di sekitar masjid. Namun, pria dalam foto tersebut adalah seorang fotografer dari  Irak yang menangis pada Januari 2019 karena timnya tersingkir dari Piala Asia. Halaman Twitter resmi Piala Asia sempat memposting foto itu pada Januari 2019.

  4. Lusinan rudal diluncurkan

    Sebuah video tentang peluncur roket yang menembakkan puluhan rudal telah salah dikaitkan dengan maraknya kekerasan baru-baru ini di Gaza. Video berdurasi 18 detik itu diunggah ke Facebook pada 12 Mei, menunjukkan lusinan rudal diluncurkan ke langit pada malam hari. Sejauh ini tidak dapat ditemukan versi asli dari video Facebook tersebut. Namun, video itu diprediksi sudah ada sejak tiga tahun lalu. Rekaman tersebut tampaknya juga telah digunakan oleh orang-orang di berbagai negara selama bertahun-tahun, seperti Iran dan Oman. Versi rekaman yang lebih awal diposting pada Maret 2018 dan dikaitkan dengan Qatar.

  5. Hidup kembali

    Beredar video yang memperlihatkan orang-orang sedang menuju pemakaman telah dibagikan di media sosial terkait maraknya kekerasan antara Israel dan Hamas. Klip berdurasi 30 detik itu menunjukkan sekelompok kecil warga membawa tandu dengan tubuh seseorang terbungkus kain di atasnya. Sejauh ini tidak dapat ditemukan klip aslinya, namun, video itu sempat beredar pada Maret 2020 (lebih dari setahun sebelum konflik ini) dan pernah viral di Yordania.

    Begitulah, Covriends, kekuatan dari media sosial yang akhirnya memperburuk keadaan. Semoga Covriends tidak lupa mengevaluasi motif di balik postingan online dan mempelajari cara membedakan konten palsu dari informasi nyata, ya!

    Referensi:

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4564000/deretan-video-hoaks-konflik-palestina-israel

    https://www.tribunnews.com/internasional/2021/05/16/konten-bermuatan-hoax-dan-disinformasi-picu-memanasnya-konflik-israel-palestina

Bagikan ke Covriends lainnya