Ada 10 Varian Virus Corona, Yuk Kenali!

Alo Covriends!

Makin kesini, semakin banyak mutasi dari virus Corona yang muncul di berbagai belahan dunia. Dari mulai Inggris, Afrika Selatan, Brazil, India, Amerika Serikat, dan bahkan Filipina.

Varian-varian Corona tersebut sebelumnya hanya disebut dengan kode nomenklatur garis keturunan virus. Contohnya Conona B1351 dan varian P1 merupakan VoC atau varian berbahaya. Namun, kian berjalannya waktu varian-varian tersebut memiliki julukan nama negara tempat pertama kali virus mutasi itu diidentifikasi.

Sebutan-sebutan tersebut kemudian berhasil membentuk stigma negatif terhadap negara yang bersangkutan dan mengundang diskriminasi terhadap negara-negara tersebut.

Maka dari itu, hari Senin (31/5/2021), WHO secara resmi menetapkan label baru untuk varian utama virus Corona untuk mempermudah penyebutan varian dan juga upaya menghilangkan stigma.

WHO menggunakan alfabet yunani dalam penamaan varian corona. Yuk, kita simak!

  1. Alpha (B117)

Varian Alpha merupakan sebutan bagi virus Corona B117 yang pertama kali diidentifikasi di Inggris tahun lalu. Selain itu, varian ini merupakan salah satu dari tiga varian yang telah masuk ke Indonesia.

  1. Beta (B1351)

Varian beta pertama kali diindentifikasi di Afrika Selatan pada bulan Oktober 2020. Varian ini juga merupakan salah satu dari tiga varian yang telah masuk ke Indonesia.

  1. Gamma (P1)

Varian virus Corona Gamma atau P1 pertama kali diidentifikasi di Brazil.

  1. Delta (B1617.2)

Varian virus Corona Delta atau B1617.2 pertama kali teridentifikasi di India. Bersama varian Alpha dan Beta, varian ini merupakan varian ketiga yang telah masuk ke Indonesia.

  1. Epsilon (B1427-B1429)

Untuk varian Epsilon pertama kali ditemukan di Amerika Serikat. Melansir dari CNBC, varian virus corona Epsilon ini diperkirakan menyumbang 52 persen kasus Covid di California, 41 persen di Nevada, dan 25 persen di Arizona.

  1. Zeta (P2)

Sama dengan varian Gamma, varian virus Corona P2 atau Zeta pertama kali teridentifikasi di Brazil. Varian virus corona Zeta ini meskipun mengandung E484K namun diangggap tak cukup untuk menetapkannya masuk sebagai Varian kekhawatiran.

  1. Eta (B1525)

Lain halnya dengan varian-varian lain, virus Corona varian Eta ditemukan pertama kali di berbagai negara secara tidak spesifik. Para ilmuwan mengawasi varian virus corona Eta ini karena memiliki beberapa mutasi pada gen protein lonjakan.

  1. Theta (P3)

Varian Theta pertama kali ditemukan di Filipina pada hari Sabtu, 13 Maret tahun 2021. Mengutip dari Rappler virus ini dirasa lebih cepat menular dibanding versi asli walaupun belum ada bukti yang kuat.

  1. Iota (1526)

Varian Iota sama-sama pertama kali ditemukan di Amerika Serikat seperti varian Epsilon. Varian ini belum tersebar luas, namun menyebar dengan efisian di wilayah New York

  1. Kappa (B1617.1)

Varian Kappa pertama kali diidentifikasi di India. Varian ini merupakan varian baru akibat mutasi ganda

 

 

 

 

 

Referensi :

https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-10-varian-baru-virus-corona-hasil-mutasi-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya?page=all

https://www.kompas.com/sains/read/2021/06/01/130200023/who-beri-nama-baru-varian-virus-corona-gunakan-alfabet-yunani?page=all

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5612076/apa-sih-beda-corona-varian-alpha-beta-dan-delta-ini-penjelasannya

.

Bagikan ke Covriends lainnya