Mengenal Varian Mu, Varian Baru COVID-19

Alo, Covriends!

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian Mu atau B.1621 sebagai variant of interest. Varian ini diketahui telah dideteksi di 39 negara.

Menurut Ketua Pokja Genetik FKKMK Universitas Gadjah Mada, dr. Gunadi, Sp.BA, Ph.D., mengatakan bahwa varian ini tidak lebih ganas dari varian delta karena WHO masih mengelompokkannya dalam VoI. Berbeda dengan varian delta yang telah masuk dalam kelompokย variant of concern (VOC).

“Hasil riset awal menunjukkan varian Mu menyebabkan penurunan kadar antibodi netralisasi baik karena infeksi alamiah maupun vaksinasi, serupa dengan varian Beta. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut” – Gunadi.

Kepala Strategi Vaksin Badan Kesehatan Eropa (EMA), Marco Cavaleri, menyatakan bahwa varian ini masih menjalani penelitian sebab adanya temuan bahwa virus ini lebih kebal terhadap vaksin. Namun, EMA sendiri belum memiliki data bahwa varian ini menyebar dengan cepat dan masif.

Kementerian Kesehatan hingga saat ini mengklaim bahwa varian Mu belum masuk ke wilayah Indonesia. Seperti varian-varian sebelumnya, Kementerian Kesehatan melakukan genome sequencing guna menemukan varian dari suatu virus. Pemerintah juga melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pendatang tujuh negara-negara yang telah mengumumkan penyebaran varian Mu di negaranya.

Walaupun begitu, Covriends harus tetap waspada dengan melakukan protokol kesehatan secara benar dan mengikuti program vaksinasi dari pemerintah.

Sumber:

Bagikan ke Covriends lainnya