Mitos-Mitos Seputar Passing Grade

Alo, Covriends! Kalian mau tahu tidak apa itu skor passing grade untuk ke PTN?

Skor Passing grade ini bisa digunain untuk mengetahui kemungkinan kita masuk ke universitas gitu, tapi ini bukan patokan yang resmi ya. Passing grade ini bisa berubah tiap tahunnya.

Nah untuk kalian yang udah siap mau masuk ke jenjang universitas, biasanya sebelum kalian terdaftar resmi sebagai mahasiswa di suatu kampus, kalian harus banget untuk ikut ujian SNMPTN nih. Jadi saat seleksi SNMPTN, kalian harus mencetak nilai diatas “Passing Grade” yang sudah ditetapkan oleh universitas tersebut.

Buat yang masih bingung, apa sih Passing grade itu?

Passing grade adalah suatu persentase nilai yang digunakan sebagai acuan atau standar untuk meluluskan orang dalam program studi di kampus tertentu. Selain itu juga bisa diartikan sebagai batas nilai minimal yang harus kalian penuhi ketika mau memilih suatu program studi di kampus tertentu. Biasanya passing grade hanya digunakan di Ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN).

Covriends tau gak ada banyak banget mitos-mitos tentang passing grade lhoo. Aku kasih tahu beberapa ya.

  • Jurusan Passing Grade Rendah Kualitasnya Jelek

Wah mitos ini tuh salah ya, Covriends. Passing grade tuh tidak menentukan bagus tidaknya jurusan atau PTN. Bagus tidaknya itu ditentukan dari akreditasi jurusan dan universitas yang dikeluarkan secara resmi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Jadi, kalau mau mencari jurusan dan PTN yang bagus secara kualitas, kalian bisa mengecek akreditasinya terlebih dahulu di situs resmi BAN-PT.

Intinya, passing grade SBMPTN hanya berfungsi sebagai acuan untuk mengetahui usaha yang harus ditempuh supaya peluang lolos SBMPTN semakin maksimal. Bukan sebagai penilaian kualitas jurusan maupun PTN

  • Mudah Menembus Jurusan Passing Grade Rendah

“Passing grade jurusan X rendah ya, berarti bisa ditembus dengan mudah nih.” Siapa nih Covriends yang beranggapan seperti itu? Anggapan tersebut sebenernya tidak sepenuhnya salah.

Biasanya, program-program studi favorit memang passing grade yang lebih tinggi, jadi sulit ditembus. Sedangkan, program studi nonfavorit seringkali memiliki passing grade di kisaran tengah, atau bahkan rendah.

Namun, hal ini bukan berarti pilih program studi nonfavorit yang memiliki passing grade rendah bisa membuat kalian mudah lolos, ya. Semuanya balik lagi, kalau passing grade itu selalu berubah-ubah dan tidak resmi. Semua nya bisa bergantung dengan daya tamping dan jumlah pendaftar.

Kalau daya tampung sedikit dan jumlah pendaftar banyak, keketatan persaingannya akan semakin tinggi sehingga semakin susah juga menembus jurusan tersebut. Jadi Covriends jangan terlalu terlena dengan hal semacam ini ya.

  • Passing grade penentu utama lolos SBMPTN

Seperti yang sudah dibahas, passing grade ini tidak bisa kita jadiin tolak ukur lolos SBMPTN. Tapi sayangnya banyak banget kabar burung kayak gini. Passing grade sifatnya hanya prediksi, Covriends. Jadi, nilai persentase passing grade ukurannya tidak tetap atau bisa berubah-ubah sehingga tidak bisa menjadi penentu utama lolos SBMPTN. Kalau kalian mau memaksimalkan pelunangnya, Covriends harus nyiapin dengan sangat matang yaa.

Nah itu dia beberapa mitos mengenai passing grade ini. Walaupun passing grade ini tidak ada nilai patokan resminya, Covriends tetap bisa kok menghitung passing grade. Gini nih caranya :

Rumus Passing Grade = (B x 4 – S x 1) x 100% / JS x 4

Keterangan:

  • B adalah jumlah semua jawaban benar.
  • S adalah jumlah jawaban salah.
  • JS adalah Jumlah Soal.

Contohnya: Covriends mengerjakan 120 soal SBMPTN secara keseluruhan. Dalam Tes Potensi Skolastik (TPS), kalian menjawab 25 soal benar, 15 soal salah, dan tidak diisi 20 soal. Pada soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Saintek, kalian menjawab 40 soal benar, 10 soal salah, dan tidak diisi 10 soal. Jadi berapa nih passing grade nya?

B = 25 + 40 = 65

S = 15 + 10 = 35

JS = 120

Soal yang tidak diisi = tidak memiliki nilai

PG = (65 x 4 – 25 x 1) x 100% / 120 x 4

PG = (260 – 25) x 100% / 480

PG = 23.500% / 480

PG = 48.955%

Nah jadi passing Covriends itu sekitar 48%. Kalau jurusan yang mau kalian ambil itu passing grade nya 48% juga, berarti peluang masuknya akan lebih besar. Tapi, sebaiknya Covriends, menentukan target skor UTBK yang lebih tinggi daripada passing grade jurusan ya, agar peluang diterimanya semakin besar.

Jadi begitu nih pembahasan seputar passing grade, semuanya akan balik lagi ke diri kalian masing-masing, pakah kalian sudah menyiapkannya dengan matang dari segala aspek? Semangat ya Covriends

Referensi:

https://kampusyuk.com/artikel/mengenal-passing-grade-untuk-ptn-di-indonesia-93

https://www.gokampus.com/blog/apa-itu-passing-grade-dan-bagaimana-menghitungnya/

https://pahamify.com/blog/hal-penting-tentang-passing-grade-sbmptn/

 

Bagikan ke Covriends lainnya