Jangan Cetak Sertifikat Vaksin COVID-19!

Alo, Covriends!

Pemerintah saat ini sedang menjalankan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat. Setelah melakukan vaksinasi, Covriends akan mendapatkan sertifikat vaksinasi melalui SMS blast yang mengarah ke PeduliLindungi. Dalam situs atau aplikasi PeduliLindungi, Covriends dapat mengunduh sertifikat dalam format gambar ke penyimpanan device milik Covriends.

Namun, saat ini marak terjadi pencetakan sertifikat vaksinasi Covid-19. Beberapa jasa percetakan juga membuka jasa untuk mencetak sertifikat tersebut ke dalam bentuk kartu dengan ukuran dan bahan seperti KTP. Masyarakat memilih hal tersebut karena lebih praktis dan bisa disimpan di dompet. Padahal, risiko yang ditimbulkan dari pencetakan sertifikat vaksin juga perlu diperhatikan, Covriends! Setidaknya, ada 4 hal yang harus Covriends perhatikan.

  1. Penyalahgunaan Data
    Data yang tersedia dalam sertifikat vaksinasi adalah nama lengkap, NIK, tanggal lahir, QR code, tanggal penerimaan vaksin, informasi vaksin yang diterima (dosis, merk, dan nomor batch), serta pernyataan kesesuaian dengan Permenkes. Apabila Covriends menyerahkan data tersebut ke jasa percetakan, maka data dapat berisiko digunakan untuk hal yang tidak Covriends inginkan.
  2. Tidak Ada Kewajiban dari Pemerintah
    Pemerintah tidak mewajibkan masyarakat untuk mencetak sertifikat vaksinasi. Oleh karena itu, Covriends dapat menggunakan handphone untuk menunjukkan sertifikat bila diperlukan.
  3. Gunakan PeduliLindungi
    Pemerintah menyediakan situs dan aplikasi PeduliLindungi yang bisa Covriends gunakan untuk menunjukkan keaslian sertifikat vaksinasi COVID-19. Selain itu, beberapa tempat saat ini telah menggunakan fitur pindai QR code dari aplikasi PeduliLindungi dibanding menunjukkan sertifikat secara langsung.
  4. Pemblokiran Media Sosial dan E-Commerce Penyedia Jasa
    Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah memblokir media sosial dan e-commerce yang menyediakan jasa percetakan sertifikat vaksinasi COVID-19 dalam bentuk kartu. Terdapat 137 kata kunci dan 2.453 produk yang telah diblokir oleh pemerintah guna mencegah penyalahgunaan data dan pemalsuan kartu vaksinasi.

Jangan mencetak kartu vaksin ya, Covriends!

Bagikan ke Covriends lainnya