Pemerintah Turunkan Level PPKM Jawa-Bali

Pemerintah memutuskan untuk menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di beberapa daerah mulai 24 Agustus 2021. Dasar pengambilan keputusan penurunan level tersebut adlaah indikator penanganan COVID-19 yang mulai membaik. Dalam keterangan pers Presiden Joko Widodo yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, beberapa daerah yang masih berada di level 4 dapat diturunkan menjadi level 3.

Presiden menyatakan bahwa kasus konfirmasi positif Covid-19 telah mengalami penurunan 78% dari 15 Juli 2021. Dalam beberapa minggu terakhir, angka kesembuhan lebih tinggi dibandingkan penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19. Hal tersebut berdampak pada penurunan bed occupancy rate (BOR) secara nasional.

Secara umum, penanganan COVID-19 di Indonesia terutama Jawa-Bali telah membaik. Oleh karena itu, Pemerintah telah mempertimbangkan penyesuaian bertahap atas beberapa pembatasan kegiatan masyarakat. Penyesuaian yang dimaksud adalah:

  1. Tempat ibadah diperbolehkan dibuka untuk kegiatan ibadah maksimal 25 persen kapasitas atau maksimal 30 orang.
  2. Restoran diperbolehkan makan di tempat dengan maksimal 25 persen kapasitas, dua orang per meja, dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00.
  3. Mal diperbolehkan buka sampai dengan pukul 20.00 dengan maksimal 50 persen kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat
  4. Industri berorientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi 100 persen.

Apabila terjadi klaster baru COVID-19 selama penyesuaian, maka tempat tersebut akan ditutup selama lima hari. Pemerintah juga tengah mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan.

Sumber: https://setkab.go.id/berlaku-mulai-24-agustus-pemerintah-turunkan-level-ppkm-di-sejumlah-daerah/

Bagikan ke Covriends lainnya